Puisi: SYAIR RINDU KAMPUNGKU, NEGERI PARA DEPATI
SYAIR RINDU KAMPUNGKU
Jujur…
Hatiku selalu terpaut padamu
Tanpa pernah kutahu bius apa yang kuhirup
Tanpa pernah kusadari sihir apa yang kudapat
Selalu…
Aku ingin dipelukmu
Merasakan dingin basahnya embunmu
Merasakan getar sejuknya semilir anginmu
Tulus…
Ingin selalu kucurahkan cintaku
Ingin selalu kuunjukkan sayangku
Rindu…
Usap lembut jemari kehidupanmu
Belai manja sapaan keindahanmu
Benci…
Kala ku tahu ku tak berarti apa-apa bagimu
meski kau butuh aku
Kala ku tahu pengabdimu bukanlah pecintamu
meski ia merayu
Semoga…
Ini hanyalah masalah waktu dan mereka tak
selamanya benalu
Salam rindu Kerinci ku
Inderapura Estate, Awal Tahun 2010
Tertulis nama sebuah negeri
Dunia mengenalnya sebagai Koerintji
Tentang kisah para leluhur yang penuh histori
Kisah panjang dalam angin, hujan dan
matahari
Adat waris yang dijawab, adat khalifah yang
dijunjung
Adat pulai bertingkat naik, Adat manusia
bertingkat turun
Terhampar benang merah dalam kunun
meniadakan yang buruk, memberikan yang baik
Tuhan telah berikan semua keagungan
Berganti pun zaman, ini tetaplah Negeri Kayangan
Dengan atap, langit nan biru
Dengan suluh, mentari yang terang
Dengan nadi, air yang jernih
Dengan rayuan, angin yang berbisik pelan
Dengan pasak, gunung yang menjulang
Dengan pancuran, air terjun yang menghempas
Dengan halaman, hutan nan menghijau
Dengan tepian, danau yang luas terbentang
Nikmat Tuhan yang mana lagikah yang ingin
didustakan?
Inilah Tanah Kerinci
Negerinya para Depati
Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan
Kitabullah
Sekepal tanah surga yang tercampakkan di Bumi
...
Tetapi Kerinci di hari ini
Kurasa memudar dihalau globalisasi
Menantikan Ajun Arah Ninik Mamak dan Depati
Ku ingin tetap terjaga Sakti Alam Kerinci

Comments
Post a Comment