BERI AKU RUANG
Di kedalaman matamu, Aku membaca sisa-sisa ragu yang enggan berlalu Bak ombak yang gemetar mendekati pesisir Takut pecah dan hancur sebelum sempat berdesir. Aku paham benar, Ada lebam masa lalu yang belum pudar Kenangan pahit yang masih sering berakar Namun di sini aku berdiri, menawarkan sebuah janji Cinta yang tak sekadar singgah, namun menetap hingga mati. Sebab aku bukanlah pengembara yang gemar berpindah Datang saat cerah, lalu raib saat cuaca berubah Aku ingin menjadi rumah tempatmu pulang Dermaga paling tenang saat badaimu datang menerjang. Maka, beri aku sedikit ruang untuk menyemai bukti Bahwa ucapanku bukanlah hiasan bibir yang akan mati Akan kujaga hatimu melebihi kilau permata paling murni Biar sang waktu yang menjadi saksi abadi. Meski hari ini aku masih terasa asing di ingatan Ketahuilah, namamu telah menetap dalam setiap detak penantian Dan di setiap fajar yang menyingkap tabir malam Kau akan dapati kesetiaanku, teguh dan takkan pernah padam. Medan, Akh...