Posts

Showing posts with the label Kumpulan Puisi Dunia Kertas

JUJURLAH!

  Sudahlah, sudahi semua sandiwara yang usang Kita tahu itu bukanlah kenyataan, ini fatamorgana Ribuan basa-basi yang hanya manis di lidah Busuk di dalam, bikin hidup makin lelah   Memang pedih Kawan… Tapi lebih baik dihajar fakta daripada dimanja mimpi.   Ajaran kalau "main cantik itu kunci" Sejatinya cuma alasan untuk tetap bisa mencuri Tak perlu manipulasi    hanya demi pengakuan Intrik yang dirancang itu hanya   penipuan Jujur itu mahal Kawan… Tapi lebih baik jadi asing daripada menjadi imitasi.   Bersatulah menghantam tembok dusta dengan lantang Tak perlu peduli seisi dunia bakal menantang! Satukan niat utuh, takkan belok lagi Saatnya kejujuran menghancurkan   konspirasi   Nggak ada filter buat nurani! Nggak ada edit buat nurani! Jujurlah! Jujurlah!   Buka matamu, lihat yang asli! Pakai nalarmu, buang yang imitasi!   Hidup itu   nikmat tanpa beban rahasia Hidup itu ni...

BERI AKU RUANG

  Di kedalaman matamu, Aku membaca sisa-sisa ragu yang enggan berlalu  Bak ombak yang gemetar mendekati pesisir Takut pecah dan hancur sebelum sempat berdesir. Aku paham benar, Ada lebam masa lalu yang belum pudar Kenangan pahit yang masih sering berakar Namun di sini aku berdiri, menawarkan sebuah janji Cinta yang tak sekadar singgah, namun menetap hingga mati. Sebab aku bukanlah pengembara yang gemar berpindah Datang saat cerah, lalu raib saat cuaca berubah Aku ingin menjadi rumah tempatmu pulang Dermaga paling tenang saat badaimu datang menerjang. Maka, beri aku sedikit ruang untuk menyemai bukti  Bahwa ucapanku bukanlah hiasan bibir yang akan mati Akan kujaga hatimu melebihi kilau permata paling murni Biar sang waktu yang menjadi saksi abadi. Meski hari ini aku masih terasa asing di ingatan Ketahuilah, namamu telah menetap dalam setiap detak penantian Dan di setiap fajar yang menyingkap tabir malam Kau akan dapati kesetiaanku, teguh dan takkan pernah padam. Medan, Akh...

Puisi: KEJUJURAN YANG MENJAUH

Image
A langkah seringnya kita menghukum koruptor Lalu membuat dogma, seolah kejahatan itu tinggal jauh di gedung tinggi, di meja rapat ber-AC, di tangan-tangan pejabat kalap. Padahal… korupsi juga tinggal di rumah kita, di kantor kecil, di kelompok mungil di pasar pagi, di sela jalan tani di saku celana yang terasa hangat ataupun di catatan laporan sosial. Korupsi itu saat kita berkata, “ah, cuma sedikit.” Saat kita mengambil lebih karena yakin tak ada yang melihat. Saat kita mencuri waktu kerja, lalu menuntut gaji penuh dengan wajah tanpa rasa bersalah. Ia ada di timbangan yang dikurangi, di nota yang dilebihkan, di absen yang dititipkan, di jam masuk yang dimanipulasi. Di uang kas yang “dipinjam sebentar”, lalu lupa dikembalikan selamanya. Kita menyebutnya pintar. Kita menyebutnya akal. Kita menyebutnya biasa. Padahal di situlah kejujuran mulai kita kubur, sedikit demi sedikit, kurus lalu menjadi subur Sampai suatu hari kita tak lagi ingat berapa har...

Puisi: UNTUKKU YANG MENCOBA TABAH

Image
  T ak apa jika hari ini kau lelah Tak apa bila air mata jatuh tanpa sebab Kesedihan bukanlah sebuah kesalahan Ia hanya singgah…   meminta didengarkan Ambillah waktu untuk bernapas Dunia tak akan runtuh karena kau berhenti sejenak Luka tak harus cepat sembuh Ia hanya perlu dipeluk dengan sabar Apa yang hilang memang menyakitkan Apa yang pergi memang meninggalkan ruang Namun percayalah… Kau tak sendiri menanggung beban Biarkan duka berjalan perlahan Biarkan doa menuju Tuhan       Tak perlu kau paksa jadi kuat hari ini Sebab tabah bukan tentang menahan tangis Tetapi terus melangkah meski gerimis Dan jika kelak senyummu kembali Bukanlah pertanda tak mengenang memori Itu hanyalah sebuah bukti Memilih melanjutkan hidup… meski terluka

Puisi: RISALAH CINTA UNTUK SANG MUSTIKA

Dari cakrawala yang berangsur memudar, biarkan Aku merajut aksara. Mungkin akan asing di telingamu, namun ia jujur terlahir dari hatiku. Aku berdiri di hadapanmu bukan sebagai pengembara yang hanya singgah sesaat, tetapi Aku lah tuan rumah yang menyiapkan hati untuk Kau tempati. Jika selama ini, Kau masih melihat ku sebagai siluet yang meragu, ketahuilah bahwa niatku adalah ukiran yang kupahat dengan kesungguhan. Lepaskan segala sangsimu, lepaskan segala curigamu. Engkau hanya perlu berdiam dan menyelami hati. Seperti apakah dia memandang kasih sayangku. Biarkan Aku membuktikan bahwa janji ini bukanlah sekedar fatamorgana yang akan kenguap saat fajar menjelang.  Inilah risalah cintaku, untukmu Sang Mustika, baluarti jiwa untuk selamanya Kerinci, Maret 2009

Puisi: MAAFKAN AKU, IBU

  Senja, duduk seorang diri Termenung, jauh merangkai ingatan Teriring, hati yang pedih dengan segala gundah Sosok mu kembali terbayang, Ibu… Berhaharap maaf engkau berikan Berjuta sesal akan kelancangan Lisan jahat yang tak berwatak Dan kulihat air mata mu menggenang, Ibu…   Aku lah pendosa itu Dengan lidahku mencampakkan surga   Berharap maaf dari mu Ibu Maaf seperti yang pernah kau ajarkan dulu Berharap Ampun dari mu Ibu Ampun yang selalu kau ceritakan dulu   Bisa ku ingat kembali Ketika salah ku membuatmu bersedih Aku melihat langitku bergetar Aku merasakan bumiku berguncang   Biar Ku ukir cerita ini Pada bungkah batu yang   selalu tampak Biar ku tulis kisah ini Pada dinding kamar di hati yang sesak   Lalu ku patri sebuah janji engkau akan tersenyum menatapku Pada doa mu Ibu, disanalah   dunia ku Pada rela mu Ibu, disanalah jalan ku   Kerinci, Akhir Oktober 2010  

PUISI: MANIFESTO PAGI

Image
Di antara retakan fajar dan sisa abu malam yang luruh Aku membasuh wajah dengan cahaya yang belum sepenuhnya utuh Merasakan jantung yang berdetak pada rima yang pasti Seperti orkestra kecil yang menolak untuk berhenti dan mati   Langkahku bukan lagi sekadar perpindahan raga di atas tanah Melainkan tarikan garis pada peta yang selama ini masih mentah Aku adalah penenun dari benang-benang takdir yang paling sunyi Mengikatkan mimpi pada tiang-tiang langit yang tak pernah bertepi   Kegagalan hanyalah pupuk bagi kuncup-kuncup paling keras kepala, Luka-luka yang mengering kini menjelma menjadi aksara paling mulia Tak kucari lagi validasi pada pantulan cermin yang kerap berbohong Sebab aku tahu, di dalam kehampaan, keberanian tak pernah kosong   Biarkan dunia menjadi labirin yang penuh dengan teka-teki sengit Aku akan menjadi angin yang menembus celah-celah paling sempit Percaya diri bukanlah teriakan, melainkan ketenangan air di dasar telaga Ya...

Lagu SATU MALAM DALAM RINDU, ini liriknya

 https://youtu.be/mlJGrHu1VMs?si=zJMRUeNWQBhdT4pl Hanya coba menepikan seraut wajah  Sedari senja penuhi pikiran ku yang pasrah  Menghilanglah walau hanya untuk sekejap  Hilanglah hingga nanti ku terjaga dari lelap  Angin malam menyapa di pilu belulang Gerimis datang hantarkan melodi kesunyian Mata yang berperang masih  enggan terpejam Ku mantap kan hati esok harus pulang Ada slalu bayangmu disini Menghiasi relung hati  diantara temaram malam Ada slalu bayang mu disini Menyampaikan pesan cinta  menantikan ku disana Biarlah membuncah ku akui ku kalah Kucoba merelakan bertahan  dalam kerinduan

Lagu SEMANGAT SELALU, ini dia liriknya

https://youtu.be/1_BKhfTYMSM?si=qAs8Uz-TPh1WYZeU C ukup hapus peluh di dahimu  Jangan biarkan menjadi tangis di dadamu   Kau Tahu dunia tak selalu bersahabat   Kepalkan tangan mu tetaplah semangat   Yakinlah dirimu tak sendiri  Bahkan saat se isi dunia harus membenci  Tuhan hanya ingin Kau kuat saat di uji  Kau kan jumpai sinar cerah esok pagi  Jangan pernah ada kata menyerah   Berhenti lah sejenak jika memang kau lelah   Yakinlah ada esok dan tetaplah bertahan   Selalu ada jalan dibalik semua kesulitan  Abaikan semua pandangan yang merendahkan  Engkau tak harus bergantung pada sesama insan  Yakinkan dirimu tetap kuat dan tangguh   Badai yang hadir takkan membuatmu rubuh  Teruslah lanjutkan perjuangan terbaikmu  Biarkan saja semesta yang coba mengungkungmu  Buktikan pada semua Kau memang mampu  Hingga nanti terwujud versi terbaikmu  Semangat Slalu Slalu ...

Lagu "NEGERI BERNAMA KERINCI" Ini Liriknya

 https://youtu.be/f1KK0KyBOvI?si=IRkXDp4Ch5kGb_m4 Disini ku dilahirkan Disini ku dibesarkan Dalam pagar Bukit Barisan Pada halaman hamparan sawah kehijauan Ah, sungguh tak mungkin melupakan Ada kehangatan turun meski langit masih berselimut embun. Matahari menuntun jemari membelai helai padi. Atau kicau murai bersenandung di balik kemilau buah kopi. Aku tak sempat bermenung, hanya sesaat tertegun. Atau ketika senja datang menjelang. Sementara kerbau-kerbau patuh pulang ke kandang. Hingga bangau-bangau putih berkelompok terbang. Lagi-lagi, membawa suasana riang. Selalu ada senandung cinta di sini. Di sisi lesung kayu bersama tino terkasih. Tanpa raut lelah meski ada titik peluh di dahi. Dan mengajakku memanggil segala hewan ternakmu Krrrrr.....  bibibibibibi...... Ufff,  hingga kucing kesayangan itu menuntun ayam dan itik kemari. Atau mengenang malam-malam dalam temaram unggun. Dibimbing dalam langkah memainkan silat nan tekun. Salah satu bekal hidup sebagai lelaki, Tegarl...

LAGU"BIALAH HUJAN BIALAH BADAI". ini liriknya

 https://youtu.be/R9NYocTpLmM?si=sdjjE6GkMTBQ6QG1 https://youtu.be/R9NYocTpLmM?si=jL0KS-Do8p_3mDoA Apolah tando, apolah tando,  Alam Kurinci Gunung ngan tinggi, gunung ngan tinggi, danau tibentang Apolah tando, apolah tando, cinto nyo kami Nyawo ngan badan, nyawo ngan badan, kami serahkan Sungguhpun banyak, sungguhpun banyak, padi sarumpun Padi di kirang, padi di kirang, di pagi ahi Sungguh pun banyak, sungguh pun banyak, gadih di dusun Adik nan surang, adik nan surang, katuju hati Biyalah hujan,  biya lah badai  Patah lah sayap, batungkat paruh  Bukan dek sitan, bukan sijundai  Kalu lah niat,  pasti kutempuh   Kalu di asak, biya lah layu Kalu di cabut, biya lah mati Kalo lah idak dapat di aku Biya ku tinggan tanah Kurinci

LAGU KASIH IDAK SAMPAI, INI DIA LIRIKNYA

https://youtu.be/eP47wkBLQXg?si=_yAf74HftDOE5Xtm Kalu di sebut sejak samulo Mungkin nyo idak jadi sesalan Aku na harok putihnyo cinto Nyawo dibadan yakin aku serahkan Kujago hati sabuah namo Kusimpan jauh dalam ingatan Babilang waktu kito basamo  Kini langkah kito  lah basimpang jalan  Entah lah apo sebab kerno nyo Adik nan sampai putuskan cinto Entah  apo kan jadi obatnyo Kasih  kito tak sampai, pedih taraso Kisah nan ado hanyolah cerito Tinggallah galo jadi kenangan Dulu nyo kito janji satio Putih cinto umpamo nyawo di badan Kusimpan tangih di dalam dado Hati bucampu rindu ngan dendam Adik Mumilih urang burado Baru ku tau ini untung di badan Entah lah apo sebab kerno nyo Adik nan sampai putuskan cinto Entah  apo kan jadi obatnyo Kasih  kito tak sampai, pedih taraso Maafkan Adik ini  tajadi Adikpun harus marelakan cinto Tiado maksud mungubah janji Harus Adik tuhut kendak urang tuo

MUSANG BERBULU AYAM : Sebuah Puisi dari Kumpulan Puisi Dunia Kertas

Image
Ini ceritaku kawan     Tentang  musang yang berbulu ayam Indah sekali Berwarna warni Aku tidak mengada ada Tentang musang itu, begitulah adanya Tak perlu menunggu senja Tak perlu menanti senyap Musang itupun tak perlu mengendap endap Musang berbulu ayam Mendapatkan karpet merah Ia+pun tebar pesona Tak ubah peragawan diatas panggungnya Sebuah mikropon disodorkan pada sang musang Iapun bersuara... "Wahai ayam-ayamku sebangsa dan senegara, berhati-hatilah terhadap musang yang siap memangsa, bersembunyilah bersamaku disana" Ayam ayam tua yang pernah bijaksana lunglai terpesona Sungguh inilah ayam pelindung kita Inilah ayam pemimpin kita Mari kita ikuti dia Lupakan yang lainnya Musang sembunyikan geraham dibalik bulunya Tetesan liur basahi separuh lehernya               "Tunggu waktumu Yam", terdengar gumam disela geraham         Tapi tak ada musang yang sempurna Meski berbulu sama, telapak kaki...

Senja Ini dan Aku : Sebuah Puisi dari Kumpulan Puisi Dunia Kertas

Image
Aku berharap langit senja ini mengantar turun selarik pelangi,   tersenyum di sisi barat cakrawala, dalam masa yang semakin merapatkan doa ku Seperti petang-petang yang enggan berlalu demi menemaniku yang utuh menanti Engkau tahu apa yang tersimpan di hati ini?  Aku bahkan Berharap kisah ini berakhir sempurna, menjadi  jalinan kisah romantis yang akhirnya legenda. Kisah tentang Engkau dan Aku yang mengikat janji setia, di atas cinta, untuk selamanya Dan dalam lembaran kertas lusuh yang setia mencantumkan namamu, ku biarkan lirik angin menyabarkanku. Aku takut  ini hanyalah sebuah angan, menghukumku bertahan m enjaga rasa ini dalam ketidakpastian Pada matahari yang tak buta itu atau pada bulan yang tak sunyi, juga kuukir harapku Padang Aro, 030712

NEGERI ILMU KATAK : Sebuah Puisi dari Kumpulan Puisi Dunia Kertas

Image
Inilah negeri penganut ilmu katak Ketika orang pintarnya diperbudak kekuasaan Dan yang berkuasa dibodohi penghuni warung kopi       Inilah negeri penganut ilmu katak Bila teringat ia melompat Meski telah berpijak di batu yang besar dan kokoh, tanpa angin yang berbisikpun ia akan melompat Lalu... Ia terpana melihat batu yang kini diraihnya. Tak sebagus yang tadi. Tapi tak mengapa. Tak perlu ada sesal disana.

LIRIK LAGU SUNGAI PENUH – KERINCI “KUNON LAMO”

Image
Berikut ini lirik lagu “KUNON LAMO” beserta artinya... cekidotttt... “KUNON LAMO” RINTEAK HUJIANG DITANGOH HARAI TABAYIANG MASO DULEU MASO KITO BAJALIANG BADUWEA MAMADEU KASEAH NGAN CINTO TAPOI KINAI APO NGAN TAJADOI RADOIK JAUEH DI RANOH KINCAI TIADEA LAGOI KABIA BARITO CARITO JANJI LAMO DULEU... SAMASO DULEU HUJIANG PANEAH KITO BAJANJOI KINAI SAGALOUNYO HILANG DISAPOU HUJIANG BIYIALAH SAGALONYO TAJADOI MUNGKIN SUDIAH SURATAN DIROI TIADEA LAGOI NGAN RANDOK DIKATO HANYO TANGAIH AYI MATO Lirik lagu ciptaan H. Otma Rosya Ngabi tersebut dalam dialek Sungai Penuh – Kerinci. Jika di-Indonesiakan... ini dia... Rintik Hujan di tengah hari, terbayang masa dahulu, masa kita berjalan berdua, memadu kasih dan cinta... Tapi kini apa yang terjadi, Adik jauh di Ranah Kerinci, tiada lagi kabar berita, cerita janji lama... Dulu.. sewaktu dulu... hujan panas kita berjanji Kini... segalanya,  hilang disapu hujan. Biarlah segalanya ter...

LIRIK LAGU SUNGAI PENUH – KERINCI “CINTO JANGIANG DIPAKSO”

Image
Berikut ini lirik lagu “Cinto Jangiang Dipakso” beserta artinya... cekidotttt SANDO MUNANANG BUNGEA NGAN LAYAU MUNYIRAM BANGKE APO GUNOUNYO DARI LAH DULEU SUDIAH KU NGATO CINTO DI RATAI JANGIANG DIPAKSO SANDO MUNGIBOT LEMPOUK NGAN BASOI RIDIAK TAMAKIANG TABUWIANG PULOA KALOU LAH HATAI KU RIDIAK SUKO SAMAKIN LAMO BATAMBAH SISOA AMBEIK AMBEIKLAH KAYO BADIANG KU RINAI TAPOI JANGIANG CUBEA HATOI KAMAI KA LANGAIK KU MUNANGAIH KA BUMOI KU BUTANYO TASISO BADIANG KARNO CINTO Lirik lagu ciptaan H. Otma Rosya Ngabi tersebut dalam dialek Sungai Penuh – Kerinci. Jika di-Indonesiakan... ini dia... Seperti mananam bunga yang layu Menyiram bangkai apa gunanya Dari dulu sudah kukatakan Cinta di hati jangan dipaksa Seperti membungkus lepat (sejenis panganan di Kerinci)  yang basi Tidak termakan, terbuang pula Kalau lah hati ku tak suka Semakin lama semakin tersiksa Ambil lah oleh tuan badan ku ini Tapi tidak hati kami Ke langit ku menan...

CATATAN DIBATAS KEMATIAN (Mengenang Ayahanda H. Adnan Rabain) : Sebuah Puisi dari Kumpulan Puisi Dunia Kertas

Image
Selamat Jalan Pa... Sudah tak ada aksara yang mampu kutuliskan mengiring kepergian mu, Pa... Tak mungkin memaksa menorehkan tinta di atas kertas yang kelak kan basah oleh air mata Namun Pa, Dia masih menyisakan waktu untuk kita bersama di penghujung senja Dia masih membiarkan kita bercengkrama disela engkau menahan perih yang sempurna kau samarkan Meski belum mampu bagiku menata hati dan jiwa menatap perpisahan yang sebenarnya sementara, tiada daya untuk menolaknya Pa... Catatan-catatanku atas senarai kisah hidupmu kusimpan rapi di pustaka hati ini Akan kubaca dan kupelajari meski mungkin takkan sebaikmu Pa... Jalan terjal dan berliku yang kau tempu selama ini telah berujung Detik ketika Sang Maha Penyayang menjemput dan membelaimu hanya menyisakan senyum di wajahmu disela tangisku Kerika Izrail lembut membawamu disitulah lembaran kisahmu mulai kuceritakan pada para cucumu Selamat jalan pa... Doa ku menyertaimu (Lempur, ba'da Magrib, 05022016, 45 hari k...

ADA APA DENGAN KERINCI KU? : Sebuah Puisi

Image
Menanti putaran waktu mungkin memang jalan terbaik untuk membuktikan Namun tetap saja jiwa ini tidak bisa menerima kenyataan Ada yang hilang dari negeriku Ada yang punah sebelum Tanah Sakti ini menyerah Maafkan atas sinisme ku ini Mungkin inderawi ku terlalu perasa Saat menyimak langit menyiratkan amarah Aku hanya mampu menuangkan segelas puisi Mari rasakan Sahabatku ; Dulu ada beribu tangan terulur ikhlas Dalam peluh bergotong royong Kita bersua di tepian bandar, di pinggir batang air, di tempat Nantan mendoa akan berangkat Haji, di pinggir titian yang mulai lapuk, dan entah ditempat mana lagi Di antara ibu-ibu yang ber tale dengan nurani Kita saling tersenyum, menggenggam sepotong goreng pisang dan se ibat nasi pulut hitam Mari renungkan Sahabatku ; Dulu tatkala senja akan menjelang Selepas bergelut dan berlarian di lapangan, atau menghalau unggas yang menumpang makan, lalu kita   bergegas pulang Berpacu sebelum Anok Ulau datang...

DALAM HUJAN : Sebuah Puisi dari Kumpulan Puisi Dunia Kertas

Image
(Ingatan pada berita-berita) Padang Aro, 00.05 WIB Langit bergemuruh melepaskan semua keluh yang tersumbat dan menggores dadanya Hanya diiringi dingin, hujan ini turun dan menyapa bumi kita Aku, engkau atau mereka mungkin telah terlelap atau mencoba terlelap Membawa sejuta peluh hari ini dan meleburkannya dalam mimpi 04.15 WIB Mimpiku tak berketentuan Aku hanyut Aku terbang Namun kenyataan bahwa hujan ini masih turun menjelang subuh hari membatalkan semua inisiasi mimpi Aku, kau atau mereka mungkin masih akan tersenyum pada sebuah kewajaran alam ini 07.00 WIB Teras rumah, seperti ditempatku, mungkin akan menjadi tempat perenungan yang indah menyambut matahari yang terlambat muncul hari ini Tak ada siulan merdu burung kecil di pohon kelapa seberang jalan itu sementara setangkai anggrek kecil yang mengais hidup di pohon nyiur masih tertidur Hujan masih mengguyur seperti tadi atau bahkan semakin berani dan langit hanya punya warna kelam Inga...