Senja, duduk seorang diri
Termenung, jauh merangkai ingatan
Teriring, hati yang pedih dengan segala gundah
Sosok mu kembali terbayang, Ibu…
Berhaharap maaf engkau berikan
Berjuta sesal akan kelancangan
Lisan jahat yang tak berwatak
Dan kulihat air mata mu menggenang, Ibu…
Aku lah pendosa itu
Dengan lidahku mencampakkan surga
Berharap maaf dari mu Ibu
Maaf seperti yang pernah kau ajarkan dulu
Berharap Ampun dari mu Ibu
Ampun yang selalu kau ceritakan dulu
Bisa ku ingat kembali
Ketika salah ku membuatmu bersedih
Aku melihat langitku bergetar
Aku merasakan bumiku berguncang
Biar Ku ukir cerita ini
Pada bungkah batu yang
selalu tampak
Biar ku tulis kisah ini
Pada dinding kamar di hati yang sesak
Lalu ku patri sebuah janji
engkau akan tersenyum menatapku
Pada doa mu Ibu, disanalah
dunia ku
Pada rela mu Ibu, disanalah jalan ku
Comments
Post a Comment