Posts

Showing posts with the label Si Buah Hati

TUNAS : Sebuah Puisi dari Kumpulan Puisi Dunia Kertas

Image
: Rama Kelak engkau mungkin akan mengerti cerita hidupmu di hari ini Seperti gerak kedua tanganmu berharap didekap atau ingin mendekap dan menggeser semua lelah Merasakan hangat nurani dan membandingkannya dengan sang matahari Sayang, maukah kau mengulang sebait suara seperti yang terucap tadi? Suatu saat nanti kau mampu pahami bahwa itu adalah nyanyian terindah pada hidup seorang ayah Entah puisi apa yang ingin kau deklamasikan ke seisi ruang ini namun tetaplah itu sebuah berlian dan menghapus sebuah guratan di kening ini Atau seperti ketika mata kita beradu pandang? Kau mencoba mencari ke dalam dua cahaya ini kedamaian Atau aku yang membujukmu memberikan damai itu Ah, dunia kita semakin menyatu pada  cakrawala yang sama Aku hanya ingin kau menjadi lelaki Lelaki yang gagah seperti elang yang bangga mengepakkan sayapnya mesti harus menentang terik Kerinci, 2 Oktober 2012 Teruntuk Dwi Ramadan Admajati

MENUJU JENJANG PERNIKAHAN DALAM MASYARAKAT ADAT SUNGAI PENUH (DAN KERINCI PADA UMUMNYA)

Image
budiisroni   Dalam masyarakat Sungai Penuh (dan Kerinci) dikenal istilah “Adat bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”. Ini merupakan bentuk penegasan akan kesadaran masyarakat disini yang telah terlebih dahulu mengenal adat, namun menyesuaikannya dengan syariat agama Islam. Sehingga dalam setiap langkah kehidupan, prosesi adat tidak ditinggalkan selagi langkah tersebut tidak menyimpang atau menyalahi ketentuan agama islam. Keterikatan dan perpaduan adat serta ketentuan agama ini mengisi setiap tahapan kehidupan masyarakat Sungai Penuh (dan Kerinci). Salah satu tahapan dalam kehidupan seorang anak manusia adalah pernikahan. Menikah berarti mengakhiri masa lajang dan memasuki masa berumah tangga dengan pasangan hidup sesuai adat, agama dan peraturan yang berlaku.   budiisroni 78.blogspot Secara umum kita mengenal tiga bentuk system pernikahan yaitu : 1.    Endogamy, dimana seseorang hanya boleh menikah dengan pasangannya yang berasal dalam satu ling...

AKU CINTA KAMU, DALAM 101 BAHASA

Image
Afrika – Ek het jou lief Albania – Te dua Arab – Ana behibak (kepada pria) Arab – Ana behibek (kepada wanita) Armenia – Yes kez sirumen Bambara – M’bi Fe Bengali – Ami tomake bhalobashi (dibaca: Amee toe-ma-kee bhalo-bashee) Belanda – Ik hou van jou Belarusia – Ya tabe kahayu Bisaya – Nahigugma ako kanimo Bulgaria – Obicham Te Cina Canton – Ngo oiy Ney a Cina Mandarin – Wo ai ni Catalan – T’estimo Cherokee – Tsi Ge yu i Cheyenne – Ne mohotatse Chichewa – Ndimakukonda Corsica – Ti tengu caru (to male) Creol- Mi aime jou Ceko – Miluji Te Denmark – Jeg Elsker Dig Esperanto – Mi amas vin Estonia – Ma armastan Sind Ethiopian – Afgreki’ Faroese – Eg elski teg Farsi- Doset daram Filipina – Mahal kita Finnish – Mina rakastan sinua Frisian – Ik hâld fan dy Gaelic – Ta gra agam ort Georgia – Mikvarhar Greek – S’agapo Gujarati – Hoo thunay prem karoo choo Hiligaynon – Palangga ko ikaw Hawai -Aloha Au Ia`oe Hebrew – “Ani o...

Kata-kata mutiara dari Imam Syafii

Image
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang Merantaulah, Kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan Kata-kata mutiara dari Imam Syafii (767 – 820 M), kutemukan di halaman awal Novel “Negeri 5 Menara”, oleh A. Fuadi 

Panggilan Seseorang Menurut Adat Sungai Penuh (dan Kerinci umumnya)

Image
pertemuan tengganai dalam budaya Sungai Penuh “Kceak Banamea  Gdiang Bagelia Kceak disebeuk namo Gdiang dipanggeang glou” Inilah penggalan kalimat yang lazim diucapkan dalam sebuah parno adat di Sungai Penuh. Makna kalimat-kalimat tadi lebih kurang adalah : kecil memiliki nama, besar memiliki gelar. Kecil disebut dengan nama, besar dipanggil dengan gelar. Demikianlah adat di Dusun Sungai Penuh (dan Sakti Alam Kerinci tentunya) mengatur tata cara menyapa dan memanggil seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang anak kecil (terutama belum baligh) oleh orang yang lebih tua dipanggil dengan nama yang bersangkutan. Contohnya si Rama yang baru 4 tahun, ya dipanggil dengan namanya, Rama. Namun menginjak dewasa, orang-orang tua mulai membahasakan nama seseorang dengan panggilan tertentu, menurut urutan seseorang beradik kakak. Maka dikenallah panggilan Uwo, Ngah, Mbut, Andok, Utih, Nek, Cik dan Nzu . Jika si Rama tadi merupakan anak Pertama, maka akan dibahas...

SUATU MALAM DALAM RINDU

Image
SUATU MALAM DALAM RINDU : buat ibu dari anak-anakku Hanya mencoba menepikan seraut wajah Menghilanglah untuk sekejap saja Hilanglah hingga ku terjaga dari lelap Angin menggigit pilu belulang Rintik mengantarkan melodi sunyi Mata tak jua terpejam Ada selalu bayangmu disini Menghiasi langit kamar diantara temaram Berbisik lembut Ada cinta menanti disana .......... Biarlah membuncah Kucoba merelakan Suatu malam dalam rindu

Puisi : TANYA TAK BERUJUNG

Image
Pdg aro, 02052011 Masih memendam tanya dalam hati yang memucat dan benci menahan perih menyairkan kekacauan di ujung benak menarikan beribu cerita Pada dua kelopak mawar merah yang belum juga mau luruh gemetar menanti senyap di gerbang kebosanan Membekulah jiwa-jiwa yang pernah terasah oleh rintik dan terik Tapi bukahkah memang begitu seharusnya? Seperti tanah yang pasi menanti hujan Dimanakah akhir tanya harus berujung? Dan termangu dagu dalam senyap seperti malam yang tak pernah tersenyum Menanti langit membuka hari yang penuh dendam Masih jauhkah pulau pengharapan? Sedang gelombang menanti sayang Terkepalpun tangan akan kemana Sedangkan bumi menghimpun sunyi Maka pintu gundah menganga Hapus guratan cahaya yang segan hinggap disini Dan dinding pudar ikut menangis Dan dimanakah akhir tanya harus berujung?

Apneu on Ramadhan (Keajaiban Cinta Ayah dan Anak)

Image
oleh dr Ronaldi Noor (5 Agustus 2011) Awal Ramadhan Saya masih ingat bayi  mungil itu masuk ke ruang perawatan bayi ini 4 hari yang lalu. Saya sendiri yang menerimanya. Dari anamnesis dengan sang ayah, diketahui bahwa ia adalah anak ke tiga. Bayi tak berdaya itu terpaksa dikeluarkan dari perut sang bunda 10 minggu sebelum taksiran melahirkan. 30 minggu, adalah waktu yang sangat tidak tepat untuknya mengenali dunia. Belum sanggup organ-organnya berinteaksi dengan lingkungan luar. Di umur begitu dia masih butuh asupan gizii dan belaian dari sang bunda. Tapi, dunia memang kejam Nak. Kau harus segera berpisah dengan Bundamu, karena tiba-tiba kontraksi itu datang, sepertinya kau 'meminta' keluar. Mau tak mau, bunda dan dirimu sendiri harus diselamatkan. Tak ada cara lain, kau mesti dikeluarkan saat itu juga. Sectio Caesaria mengakhiri masa indahmu di rahim itu. Dan lahirlah dirimu, menatap pekat dan kejamnnya dunia. Saat itu, kau pun tidak menangis. Kulitmu tidak me...

Efek Jalan Kaki pada Konsentrasi Belajar Anak

Image
Cara anak ke sekolah pengaruhi konsentrasi belajar dan penyerapan ilmu VIVAlife -  Tak seperti pelajar generasi tua yang lebih banyak berjalan kaki, siswa saat ini memiliki akses lebih gampang ke sekolah. Banyak yang diantar jemput baik dengan mobil pribadi atau naik angkutan umum. Temuan ilmuwan Denmark menunjukkan cara anak sampai di sekolah tak hanya mempengaruhi kebugaran dan risiko obesitas, tapi juga kemampuan akademis mereka. Peneliti menemukan, siswa yang diantar ke sekolah atau menggunakan transportasi umum memiliki konsentrasi yang lebih buruk dibandingkan mereka yang berjalan atau bersepeda ke sekolah. Hasil studi dua Universitas di Denmark mengejutkan para peneliti. Sebab dalam hipotesis awal, studi difokuskan pada efek sarapan dan makan siang terhadap kemampuan murid berkonsentrasi. "Tingkat konsentrasi anak yang bergerak sama dengan tingkat konsentrasi anak yang diantar empat jam kemudian," ucap Niels Egelund, penulis laporan tersebu...