Puisi: RISALAH CINTA UNTUK SANG MUSTIKA

Dari cakrawala yang berangsur memudar, biarkan Aku merajut aksara. Mungkin akan asing di telingamu, namun ia jujur terlahir dari hatiku.

Aku berdiri di hadapanmu bukan sebagai pengembara yang hanya singgah sesaat, tetapi Aku lah tuan rumah yang menyiapkan hati untuk Kau tempati.

Jika selama ini, Kau masih melihat ku sebagai siluet yang meragu, ketahuilah bahwa niatku adalah ukiran yang kupahat dengan kesungguhan.

Lepaskan segala sangsimu, lepaskan segala curigamu. Engkau hanya perlu berdiam dan menyelami hati. Seperti apakah dia memandang kasih sayangku.

Biarkan Aku membuktikan bahwa janji ini bukanlah sekedar fatamorgana yang akan kenguap saat fajar menjelang. 

Inilah risalah cintaku, untukmu Sang Mustika, baluarti jiwa untuk selamanya

Comments