Puisi: MAAFKAN AKU, IBU
Senja, duduk seorang diri Termenung, jauh merangkai ingatan Teriring, hati yang pedih dengan segala gundah Sosok mu kembali terbayang, Ibu… Berhaharap maaf engkau berikan Berjuta sesal akan kelancangan Lisan jahat yang tak berwatak Dan kulihat air mata mu menggenang, Ibu… Aku lah pendosa itu Dengan lidahku mencampakkan surga Berharap maaf dari mu Ibu Maaf seperti yang pernah kau ajarkan dulu Berharap Ampun dari mu Ibu Ampun yang selalu kau ceritakan dulu Bisa ku ingat kembali Ketika salah ku membuatmu bersedih Aku melihat langitku bergetar Aku merasakan bumiku berguncang Biar Ku ukir cerita ini Pada bungkah batu yang selalu tampak Biar ku tulis kisah ini Pada dinding kamar di hati yang sesak Lalu ku patri sebuah janji engkau akan tersenyum menatapku Pada doa mu Ibu, disanalah dunia ku Pada rela mu Ibu, disanalah jalan ku Kerinci, Akhir Oktober 2010