Posts

Showing posts from January, 2026

Puisi: RISALAH CINTA UNTUK SANG MUSTIKA

Dari cakrawala yang berangsur memudar, biarkan Aku merajut aksara. Mungkin akan asing di telingamu, namun ia jujur terlahir dari hatiku. Aku berdiri di hadapanmu bukan sebagai pengembara yang hanya singgah sesaat, tetapi Aku lah tuan rumah yang menyiapkan hati untuk Kau tempati. Jika selama ini, Kau masih melihat ku sebagai siluet yang meragu, ketahuilah bahwa niatku adalah ukiran yang kupahat dengan kesungguhan. Lepaskan segala sangsimu, lepaskan segala curigamu. Engkau hanya perlu berdiam dan menyelami hati. Seperti apakah dia memandang kasih sayangku. Biarkan Aku membuktikan bahwa janji ini bukanlah sekedar fatamorgana yang akan kenguap saat fajar menjelang.  Inilah risalah cintaku, untukmu Sang Mustika, baluarti jiwa untuk selamanya Kerinci, Maret 2009

Puisi: MAAFKAN AKU, IBU

  Senja, duduk seorang diri Termenung, jauh merangkai ingatan Teriring, hati yang pedih dengan segala gundah Sosok mu kembali terbayang, Ibu… Berhaharap maaf engkau berikan Berjuta sesal akan kelancangan Lisan jahat yang tak berwatak Dan kulihat air mata mu menggenang, Ibu…   Aku lah pendosa itu Dengan lidahku mencampakkan surga   Berharap maaf dari mu Ibu Maaf seperti yang pernah kau ajarkan dulu Berharap Ampun dari mu Ibu Ampun yang selalu kau ceritakan dulu   Bisa ku ingat kembali Ketika salah ku membuatmu bersedih Aku melihat langitku bergetar Aku merasakan bumiku berguncang   Biar Ku ukir cerita ini Pada bungkah batu yang   selalu tampak Biar ku tulis kisah ini Pada dinding kamar di hati yang sesak   Lalu ku patri sebuah janji engkau akan tersenyum menatapku Pada doa mu Ibu, disanalah   dunia ku Pada rela mu Ibu, disanalah jalan ku   Kerinci, Akhir Oktober 2010  

PUISI: MANIFESTO PAGI

Image
Di antara retakan fajar dan sisa abu malam yang luruh Aku membasuh wajah dengan cahaya yang belum sepenuhnya utuh Merasakan jantung yang berdetak pada rima yang pasti Seperti orkestra kecil yang menolak untuk berhenti dan mati   Langkahku bukan lagi sekadar perpindahan raga di atas tanah Melainkan tarikan garis pada peta yang selama ini masih mentah Aku adalah penenun dari benang-benang takdir yang paling sunyi Mengikatkan mimpi pada tiang-tiang langit yang tak pernah bertepi   Kegagalan hanyalah pupuk bagi kuncup-kuncup paling keras kepala, Luka-luka yang mengering kini menjelma menjadi aksara paling mulia Tak kucari lagi validasi pada pantulan cermin yang kerap berbohong Sebab aku tahu, di dalam kehampaan, keberanian tak pernah kosong   Biarkan dunia menjadi labirin yang penuh dengan teka-teki sengit Aku akan menjadi angin yang menembus celah-celah paling sempit Percaya diri bukanlah teriakan, melainkan ketenangan air di dasar telaga Ya...

Kejujuran: Investasi Ketenangan di Tengah Dunia yang Ambisius

Image
  Bersikap jujur mungkin tak membuatmu menjadi kaya, tetapi bersikap jujur akan membuat hidup menjadi lebih tenang. Di era di mana kesuksesan sering kali diukur dari angka di saldo rekening dan pencapaian material, kejujuran kadang dianggap sebagai beban yang memperlambat langkah. Banyak orang memilih jalan pintas, memanipulasi fakta demi keuntungan sesaat, tanpa menyadari harga mahal yang harus dibayar di kemudian hari. Ketidakjujuran, sekecil apa pun, akan melahirkan rantai kebohongan baru untuk menutupi celah yang ada. Hal ini menciptakan beban psikologis yang berat; kecemasan akan terbongkarnya rahasia dan hilangnya kepercayaan orang lain. Sebaliknya, kejujuran memberikan kebebasan batin. Saat kita bicara apa adanya, kita tidak perlu mengingat-ingat skenario palsu yang pernah kita buat. Tidur menjadi lebih nyenyak karena tidak ada beban moral yang menghantui. Iya kan? Mengapa Kejujuran adalah Aset? Meskipun tidak selalu mendatangkan materi secara instan, kejujuran membangun int...

Lagu SATU MALAM DALAM RINDU, ini liriknya

 https://youtu.be/mlJGrHu1VMs?si=zJMRUeNWQBhdT4pl Hanya coba menepikan seraut wajah  Sedari senja penuhi pikiran ku yang pasrah  Menghilanglah walau hanya untuk sekejap  Hilanglah hingga nanti ku terjaga dari lelap  Angin malam menyapa di pilu belulang Gerimis datang hantarkan melodi kesunyian Mata yang berperang masih  enggan terpejam Ku mantap kan hati esok harus pulang Ada slalu bayangmu disini Menghiasi relung hati  diantara temaram malam Ada slalu bayang mu disini Menyampaikan pesan cinta  menantikan ku disana Biarlah membuncah ku akui ku kalah Kucoba merelakan bertahan  dalam kerinduan

Lagu SEMANGAT SELALU, ini dia liriknya

https://youtu.be/1_BKhfTYMSM?si=qAs8Uz-TPh1WYZeU C ukup hapus peluh di dahimu  Jangan biarkan menjadi tangis di dadamu   Kau Tahu dunia tak selalu bersahabat   Kepalkan tangan mu tetaplah semangat   Yakinlah dirimu tak sendiri  Bahkan saat se isi dunia harus membenci  Tuhan hanya ingin Kau kuat saat di uji  Kau kan jumpai sinar cerah esok pagi  Jangan pernah ada kata menyerah   Berhenti lah sejenak jika memang kau lelah   Yakinlah ada esok dan tetaplah bertahan   Selalu ada jalan dibalik semua kesulitan  Abaikan semua pandangan yang merendahkan  Engkau tak harus bergantung pada sesama insan  Yakinkan dirimu tetap kuat dan tangguh   Badai yang hadir takkan membuatmu rubuh  Teruslah lanjutkan perjuangan terbaikmu  Biarkan saja semesta yang coba mengungkungmu  Buktikan pada semua Kau memang mampu  Hingga nanti terwujud versi terbaikmu  Semangat Slalu Slalu ...

Lagu NEGERI PARA DEPATI, ini dia liriknya

https://youtu.be/rfm4uMK0eAw?si=8__E-MDQUC0IPtzi T ertulis nama sebuah negeri. Dunia mengenalnya sebagai Kerinci. Kisah-kisah leluhur yang penuh histori. Ditempa angin dan hujan sepanjang hari. Waris dijawab khalifah dijunjung. Seperti pulai lazimnya bertingkat naik. Begitu lah insan Kerinci dalam kunun. Lepaskan yang buruk, berikan yang terbaik. Inilah negeri para Depati Adat bersendi syarak, Syarak ber kitabullah Inilah negri Alam Kerinci. Sekepal Tanah Surga tercampakkan di bumi. Tuhan berikan semua keagungan berganti zaman Negri Khayangan. Langit nan biru mentari cerah air yang jernih angin berbisik pelan. Gunung menjulang air terjun menghempas hutan nan hijau danau terbentang. Nikmat Tuhan manakah yang mau didustakan? Tetapi Kerinci di hari ini. Semakin memudar tergerus globalisasi. Harap Ajun Arah Ninik mamak Depati. Agar tetap terjaga Sakti Alam Kerinci.

Lagu "NEGERI BERNAMA KERINCI" Ini Liriknya

 https://youtu.be/f1KK0KyBOvI?si=IRkXDp4Ch5kGb_m4 Disini ku dilahirkan Disini ku dibesarkan Dalam pagar Bukit Barisan Pada halaman hamparan sawah kehijauan Ah, sungguh tak mungkin melupakan Ada kehangatan turun meski langit masih berselimut embun. Matahari menuntun jemari membelai helai padi. Atau kicau murai bersenandung di balik kemilau buah kopi. Aku tak sempat bermenung, hanya sesaat tertegun. Atau ketika senja datang menjelang. Sementara kerbau-kerbau patuh pulang ke kandang. Hingga bangau-bangau putih berkelompok terbang. Lagi-lagi, membawa suasana riang. Selalu ada senandung cinta di sini. Di sisi lesung kayu bersama tino terkasih. Tanpa raut lelah meski ada titik peluh di dahi. Dan mengajakku memanggil segala hewan ternakmu Krrrrr.....  bibibibibibi...... Ufff,  hingga kucing kesayangan itu menuntun ayam dan itik kemari. Atau mengenang malam-malam dalam temaram unggun. Dibimbing dalam langkah memainkan silat nan tekun. Salah satu bekal hidup sebagai lelaki, Tegarl...

LAGU"BIALAH HUJAN BIALAH BADAI". ini liriknya

 https://youtu.be/R9NYocTpLmM?si=sdjjE6GkMTBQ6QG1 https://youtu.be/R9NYocTpLmM?si=jL0KS-Do8p_3mDoA Apolah tando, apolah tando,  Alam Kurinci Gunung ngan tinggi, gunung ngan tinggi, danau tibentang Apolah tando, apolah tando, cinto nyo kami Nyawo ngan badan, nyawo ngan badan, kami serahkan Sungguhpun banyak, sungguhpun banyak, padi sarumpun Padi di kirang, padi di kirang, di pagi ahi Sungguh pun banyak, sungguh pun banyak, gadih di dusun Adik nan surang, adik nan surang, katuju hati Biyalah hujan,  biya lah badai  Patah lah sayap, batungkat paruh  Bukan dek sitan, bukan sijundai  Kalu lah niat,  pasti kutempuh   Kalu di asak, biya lah layu Kalu di cabut, biya lah mati Kalo lah idak dapat di aku Biya ku tinggan tanah Kurinci

LAGU KASIH IDAK SAMPAI, INI DIA LIRIKNYA

https://youtu.be/eP47wkBLQXg?si=_yAf74HftDOE5Xtm Kalu di sebut sejak samulo Mungkin nyo idak jadi sesalan Aku na harok putihnyo cinto Nyawo dibadan yakin aku serahkan Kujago hati sabuah namo Kusimpan jauh dalam ingatan Babilang waktu kito basamo  Kini langkah kito  lah basimpang jalan  Entah lah apo sebab kerno nyo Adik nan sampai putuskan cinto Entah  apo kan jadi obatnyo Kasih  kito tak sampai, pedih taraso Kisah nan ado hanyolah cerito Tinggallah galo jadi kenangan Dulu nyo kito janji satio Putih cinto umpamo nyawo di badan Kusimpan tangih di dalam dado Hati bucampu rindu ngan dendam Adik Mumilih urang burado Baru ku tau ini untung di badan Entah lah apo sebab kerno nyo Adik nan sampai putuskan cinto Entah  apo kan jadi obatnyo Kasih  kito tak sampai, pedih taraso Maafkan Adik ini  tajadi Adikpun harus marelakan cinto Tiado maksud mungubah janji Harus Adik tuhut kendak urang tuo