MERANTAU
Seorang teman, entah berapa tahun sudah tak bertemu, tetiba mengirim pesan via sebuah aplikasi. Entah angin apa yang membawanya, senior yang baik hati itu, tuk memulai sapa. Ku pikir ia sudah lupa dengan pertemanan yang dulu ada. Percakapan itu mengalir, tentang pergerakan dan kondisi negara, hehehe, hingga soal kesehatan dan keluarga. Saling bercerita pula hingga tentang pekerjaan saat ini. Lancar dan sedikit berdebat, seperti dulu. Pada intinya, saat ini ia merasa betah di tempat kerjanya, lengkap dengan kebahagiaan bersama keluarga kecilnya. Aku salut dengan pencapaian yang diperoleh tanpa harus menggadaikan idealismenya itu. Aku bisa rasakan kebahagiaan, dari setiap kata yang ditulisnya. Aku merangkai ingatan tentang sosoknya. Orang yang idealis dengan prinsip kebenaran namun tetap mampu menerima masukan dari orang lain. Terkadang ia terlihat kaku namun selalu ada sisi humanis di pribadi nya. Berbalas pesan itu berlanjut di dua waktu lainnya. Berbagi pandangan dala...