RINDU (Sajak di Padang Besi) : Sebuah Puisi dari Kumpulan Puisi Dunia Kertas







                                                                            Padang, 26072011 



Hingga di dunia mana waktu ini kan memisahkan cinta? Dan layar-layar gunung dan bukit kapur selalu membentang lalu membiarkan kabut mengaburkan wajah kita

Kudengar Kau berdoa dalam sepi malam agar rupa kita masih menjelma. 

Baiklah sang waktu, mungkin bukan buat aku dan dia.. 

Pada detik dimana kelopak mata ini menutup dan hening, bersimpuh di bumi yang sejujurnya ingin menangis, maka kutuliskan biru rindu pada angin laut yang tertatih beranjak pulang. 

Sudahlah Sayang, takkan pernah bisa bumi ini penjarakan rindu kita.






Comments

Post a Comment